Awal serangan dimulai sejak telur menetas dan ulat muda mulai memakan kuncup bunga, bunga, dan polong yang terlebih dulu dianyam (menggumpal/kempel). Gejala serangan mulai terlihat pada kacang hijau fase berbunga, yang dicirikan dengan kebanyakan bunga menjadi berwarna kehitaman dan bunga-bunga dalam satu tandan tersebut saling menempel satu dengan yang lain, bunga-bunga yang menghitam tersebut kemudian rontok, akibatnya polong gagal terbentuk.
Apabila bunga yang teranyam (kempel) tersebut dibuka di dalamnya akan dijumpai ulat berwarna putih dengan bagian punggung berbintik-bintik coklat. Kebiasaan makan dengan menganyam yang khas ini untuk melindungi diri dari serangan musuh alami dan gangguan faktor lain seperti penyemprotan insektisida.
Berikut cara pengendalian hama ulat pada tanaman kacang hijau :
Secara kultur teknis
-Rotasi tanaman
-Tanam serempak
-Sanitasi lahan
Pengendalian kimia
Dilakukan dengan aplikasi insektisida lambda-sihalotrin, deltametrin, carbaril, dan thiodicarb seminggu sekali masing-masing dengan konsentrasi anjuran dimulai pada awal fase pembuangan.
Secara biologis
Penyemprotan bacillus thuringiensis dengan konsentrasi anjuran, SINPV 2 g/l ataupun serbuk biji mimba 50 g/l dilakukan seminggu sekali yang dimulai pada awal fase pembuangan.

